SELAMAT DATANG KE BLOGNYA ANAK ITK 35...
Blog Archive
Hayu pada ngisi dunk...
madduppa@yahoo.com (Hawis)
suryanw@yahoo.com (Surya)
r_langstrump@yahoo.com (Pitak)
Wednesday, December 31, 2008
Loker Manager / Staf Program (Indra, 1 Jan 09)
RMI – Indonesian Institute for Forest and Environment adalah sebuah lembaga nirlaba yang bergerak di bidang lingkungan hidup. RMI didirikan pada tahun 1992 dan sebagai usaha untuk memandirikan lembaga, maka pada tahun 2002 dibentuklah Kampung Pendidikan Lingkungan (KPL) di daerah Cimande – Bogor untuk mewadahi kegiatan-kegiatan yang memakai alam sebagai media pembelajaran.
Dalam usaha mengembangkan profesionalitasnya, maka KPL membuka kesempatan bagi rekan-rekan yang ingin bergabung. Posisi yang ditawarkan antara lain adalah sebagai:
1. Manager
Manager KPL bertanggung jawab dalam melakukan manajemen SDM secara keseluruhan, dan merumuskan strategi pengembangan program dan marketing KPL.
Persyaratan :
- S1, dengan pengalaman manajemen minimal 2 tahun
- Inggris pasif dan aktif
- Berwawasan luas dan peka akan masalah sosial dan lingkungan
- Biasa bekerja dalam tekanan dan bersedia turun lapang
- Komunikatif dan team player
2. Staf Program Aktif
Staf program aktif bertanggung jawab untuk melakukan pengembangan program – program di KPL (maupun tempat mitra), melakukan koordinasi dengan bagian marketing, fasilitas dan administrasi dalam kegiatannya.
Persyaratan :
- D3 atau S1, pengalaman dalam pengembangan program minimal 2 tahun
- Inggris pasif dan aktif
- Mempunyai latar belakang di bidang lingkungan
- Pengalaman di bidang kegiatan lapang dan olahraga alam terbuka akan membantu
- Komunikatif dan team player
Surat lamaran, CV dan photo harap ditujukan kepada Bagian HRD RMI – Jl Sempur No. 55 Bogor 16154. Tuliskan posisi di bagian kiri atas amplop dan aplikasi ditunggu paling lambat sampai 19 Januari 2009.
Untuk informasi mengenai Kampung Pendidikan Lingkungan, silahkan membuka situs kami di http://kampungpending.wordpress.com
Tuesday, December 16, 2008
Lowongan Pekerjaan di Teluk Tomini, Makasar (Indra, 17 Des 08)
Indra - RMI
C06498082
Temans,
Kali aja ada teman atau kenalan kalian yang tertarik untuk melamar untuk posisi ini.
Salam,
Rahman 'AGA' Dako
================================
DESKRIPSI PEKERJAAN
Fisheries Officer
Tomini Bay Sustainable Livelihoods and Management Project
The World Conservation Union (IUCN) Kanada sedang mengimplementasikan Program Teluk Tomini (The Tomini Bay Sustainable Livelihoods and Management) bersama mitra-mitranya di Indonesia. Wetlands International Indonesia Programme (WIIP) adalah mitra administrasi program, serta menyediakan input teknis. Maksud dari Program Teluk Tomini ini adalah meningkatkan pengelolaan sumberdaya pesisir dan lau di Teluk Tomini, sembari meningkatkan taraf hidup masyarakat yang hidupnya tergantung pada sumberdaya alam Teluk Tomini. Program ini dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Sulawesi Utara.
Program ini mengimplementasikan pendekatan para pihak (bekerja dengan masyarakat, pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan organisasi akadek) serta bekerja di tingkatan yang berbeda-beda (kampung, kecamatan, kabupaten, provinsi). Program ini terdiri dari tiga komponen teknis utama: i) memfasilitasi kemitraan para pihak bagi pengelolaan Teluk Tomini; ii) meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal yang tergantung pada sumberdaya pesisir dan laut; iii) asesmen ilmiah dari sumberdaya kunci di Teluk Tomini. Komponen-komponen ini akan didukung oleh focus yang kuat dalam pengembangan kapasitas para pihak lokal, untuk memastikan keberlanjutan kerja-kerja program di lapangan.
Program Teluk Tomini akan merekrut Fisheries Officer, untuk ditempatkan di Gorontalo, selama 1 tahun full time untuk mendukung komponen i dan ii di atas. Posisi ini melakukan banyak perjalanan ke provinsi Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Sulawesi Utara. Officers akan membuat laporan kepata Koordinator Program Teluk Tomini di Gorontalo dan melakukan koordinasi dengan Kepala Penasehat Teknis di Manado.
Tanggung jawab Fisheries Officer adalah:
1. Menyediakan masukan teknis kepada rencana kerja program untuk memastikan bahwa pertimbangan-pertimbangan ekologi pesisir dan laut/perikanan telah terintegrasi di dalam rencana kerja
2. Menyediakan dukungan teknis untuk implementasi program dalam ranah ekologi pesisir dan laut/perikanan, serta keberlanjutan pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut/perikanan.
3. Melanjutkan kerja-kerja sebagai penghubung dengan mitra-mitra Ornop dan fasilitator-fasilitator dalam menyediakan masukan bagi alternative-alternatif mata pencaharian potensial yang berkelanjutan atas sumberdaya pesisir dan laut/perikanan.
4. Mengidentifikasi eksper dalam mendukung pengembangan mata pencaharian berbasis masyarakat yang didasarkan pada keberlanjutan pemanfaatan sumberdaya pesisir dan laut/perikanan.
5. Melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan-kegiatan yang terkait dengan pengembangan mata pencaharian yang berlandaskan pada keberlanjutan pemanfaatan sumberdaya pesisir dan laut.
6. Mengidentifikasi celah-celah informasi untuk mendukung kegiatan-kegiatan program.
7. Memimpin sebuah tim kecil dari beberapa orang untuk mengumpulkan data kecenderungan (trend) perikanan di beberapa pelabuhan perikanan.
8. Menyediakan masukan teknis untuk kelompok kerja mangrove sedapat mungkin bila dibutuhkan
9. Mengerjakan tugas-tugas tambahan lainnya yang akan berkontribusi pada fungsi-fungsi dasar program yang diminta oleh supervisor.
Kualifikasi:
1. Sarjana di bidang yang terkait dengan program (misalnya perikanan, kelautan, lingkungan/sumberdaya alam).
2. Minimal 4 tahun pengalaman bekerja untuk isu-isu pesisir dan laut
3. Memiliki kemampuan yang memadai dalam bekerja bersama-sama masyarakat lokal
4. Memiliki kemampuan untuk bekerja dalam sebuah tim dan bekerja secara independent
5. Memiliki pengalaman dalam proses-proses partisipasi dan memahami pengarusutamaan gender
6. Memiliki pengalaman dalam pengembangan program kerja, penganggaran, monitoring dan evaluasi
7. Sanggup melakukan perjalanan sesering mungkin, termasuk ke daerah-daerah terpencil.
8. Memiliki kemampuan menulis dalam Bahasa Indonesia. Lebih diutamakan yang bisa berbahasa Inggris dengan baik
9. Bisa menjalankan komputer dengan terutama Microsoft Office dan email
Lamaran bisa langsung ditujukan kepada:
Program Teluk Tomini, Jl. Makassar No. 40 Kota Gorontalo, Telp/fax. 0435 830945, atau email ke EVA: eva_wirna@yahoo.com
Thursday, December 4, 2008
Karang-ku sayang Karang-ku malang
-sebuah pengalaman Hawis di Kepulauan Spermonde, Makassar saat penelitian-
Dentuman bom ikan setidaknya lima kali mendebarkan jantung saya selama penyelaman pertama di Kepulauan Spermonde, Sulawesi. Dan ini berulang setiap kali menyelam, selalu saja ada terdengar dentuman bom. Ternyata praktek illegal fishing dan destructive fishing di kawasan ini masih saja terjadi. Apa boleh dikata, karena memang sistem pengawasan di daerah ini masih sangat minim. Bahkan bisa dikatakan tidak ada. Terdapat lebih dari 150 buah pulau tersebar di daerah ini, yang tentunya juga memang akan memakan biaya yang sangat besar untuk patroli dan keamanan. Ironis memang sebagai negara bahari. Jejak bom memang masih sangat kental disini, terlihat dari puing-puing terumbu berserakan di dasar lautan.
Pun terumbu karang Indonesia dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati dunia tertinggi di dunia. Namun juga ironisnya, Indonesia juga termasuk daerah yang terumbu karangnya yang paling terancam di dunia. Dari hasil pemantauan LIPI pada tahun 1999, terdata hanya sekitar 6 persen terumbu karang yang masih dalam kondisi yang baik.
Ancaman dan kerusakan
Sebenarnya ekosistem terumbu karang mempunyai sifat kelenturan dan ketahanan yang tinggi, terlihat dari kemampuannya bertahan di muka bumi ini selama lebih dari ratusan juta tahun. Namun, apabila tekanan yang terjadi sekarang ini dapat menimbulkan kematian dan kepunahan. Dikategorikan dua jenis ancaman terhadap terumbu karang, yakni ancaman manusia (anthropogenik) dan ancaman alam. Tapi sepertinya ancaman manusia lebih berbahaya dibandingkan dengan alam. Perkembangan yang sangat pesat di daerah pesisir sangat mengancam kondisi terumbu karang. Terlebih lagi belum adanya sistem pengelolaan secara menyeluruh di daerah pesisir.
Phenomena alam yang paling umum menimbulkan kerusakan pada terumbu karang antara lain badai, angina puyuh, tsunami, El Nino (kemarau panjang), efek rumah kaca (green house effect), ekspose terhadap udara (aerial exposure), perubahan iklim (climate change). Sedangkan ancaman dari manusia adalah pertumbuhan dan perkembangan manusia di wilayayh pesisir. Peningkatan pertumbuhan dan perkembangan penduduk ini mengakibatkan meningkatnya masukan material dari sungai (run-off). Masukan dari sungai ini kemungkinan besar membawa beberapa bahan seperti sedimen dalam jumlah besar akibat pembukaan lahan; unsur hara berlebih dari pertanian (pupuk, pestisida, insektisida), limbah rumah tangga, pasar dan industri.
Terumbu karang juga mendapat ancaman dari perahu dan kapal-kapal yang melintas di kawasan ini. Kapal-kapal tanker sering membuang air cucian kapal (ballast) ke kawasan ini pada saat mereka melintas. Demikian pula dengan kapal komersial lainnya yang sering membuang oli-oli bekas ke perairan. Hal lain adalah pembuangan jangkar yang dilakukan baik oleh kapal ikan, kapal wisata dan kapal-kapal lainnya.
Wisatawan-pun seringkali menimbulkan kerusakan pada terumbu karang. Pada rataan terumbu (reef flat) wisatawan akan menginjak-injak terumbu. Oleh karena itu tidak dianjurkan untuk memanfaatkan rataan terumbu pada saat kondisi surut (low tide) bagi wisatawan. Khusus bagi penyelam pemula seringkali tidak dapat mengontrol kaki mereka, sehingga menendang dan mematahkan karang. Oleh karena itu dianjurkan bagi pemula untuk menyelam di area yang terbuka dan didominasi oleh pasir dan karang mati/rubble. Dan banyak sekali wisatawan yang mengambil terumbu karang atau biota lainnya sebagai souvenir. Sebagai wisatawan yang baik kita seharusnya berprinsip: take only pictures, leave only bubbles!
Destructive fishing
Seiring dengan meningkatnya populasi manusia, maka eksploitasi sumberdaya pesisir dan lautan pun juga meningkat, dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia. Hal ini mengakibatkan over-fishing disebagian besar kawasan pesisir Indonesia. Adanya penurunan stok ikan di perairan, yang diikuti oleh peningkatan permintaan pasar, maka mendorong nelayan untuk mencari dan memakai alternatif alat penangkapan yang mampu meningkatkan hasil tangkapan tanpa harus mengeluarkan effort tambahan, meskipun harus menghadapi resiko tinggi. Alat tangkap yang merusak sumberdaya perairan seperti jaring dengan ukuran mata jaring (mesh size) sangat kecil sehingga juvenil ikanpun dapat tertangkap; penggunaan bahan beracun dan peledak, penggunaan jarring pukat harimau (trawl) di daerah pesisir dan masih banyak teknik yang berkembang lainnya.
Alat-alat ini bukan hanya menimbulkan kerusakan terumbu karang, namun juga membunuh biota lain yang hidup di ekosistem terumbu karang. Tidak hanya itu, nelayan yang menggunakan kompressor pada saat menyelam untuk pengambilan biota juga sangat terancam. Dengan tidak adanya pengetahuan sistem penyelaman yang baik, banyak sekali nelayan kompresor yang mengalami dekompresi, kelumpuhan dan bahkan kematian. Hal ini terbukti tingginya kematian akibat penyakit dekompresi di daerah ini.
Pengelolaan
(tulisan ini sudah saya masukkan juga di www.netsains.com
Song for The Month
KLA Project coy
