SELAMAT DATANG KE BLOGNYA ANAK ITK 35...

Blog ini buat and khusus buat Mariners 35: yang jomblo, yang dah merit, complicated, yang perutnya dah endut kena kolesterol, masih bugar silahkan abang dan mba isi cerita-cerita seru kita semua... Salam ITK !!!

Hayu pada ngisi dunk...

Yang punya cerita+foto, sementara bisa kirim via email : hatasura@yahoo.com (Indra)
madduppa@yahoo.com (Hawis)
suryanw@yahoo.com (Surya)
r_langstrump@yahoo.com (Pitak)

Thursday, January 29, 2009

KAWAT GIGI

Weis..., ternyata blog kita rame juga.

Wokehlah, gue juga jadi pengen ikutan, tapi bukan karena janji nasi goreng yak..
Anyway, sesuai dengan judul, jadi gue mau sedikit bercerita tentang pengalaman baru gue pake kawat gigi. Yak, benar kawan, gigi gue sekarang dikerangkeng. gak kebayang kan tampang gue jadi kayak apa. Yang pasti kecantikan tetap terjaga.

Awalnya karena sekitar dua tahun lalu gue berkenalan dengan seorang dokter gigi yang juga sedang bersekolah di Inggris sana. Maka menurut beliau akan lebih baik jikalau gue memasang kawat gigi sehingga geraham gue yang belakang gak tumbuh sembarangan, karena nanti akan susah makan. belum lagi jika tumbuhnya yang tidak normal tersebut malah menyentuh syaraf dan bisa saja syaraf tersebut menuju ke mata atau kepala (otak dan bagian dalamnya yang sumpah gue juga gak ngerti).

Akhirnya, awal januari kemarin gue pun ke kliniknya si dokter kenalan gue itu yang terletak di tebet. Kliniknya lucu sih, kayak kapal. Masuk ke klinik jadi mengingatkan gue dengan foto2 kita dulu di Sunda Kelapa. Lalu gigi2 di rotgen (baca: ronsen) lalu dibuat replikanya dari bahan sejenis kapur. Gak enak sekali...pengen muntah malah. gak sakit sih, tapi rasanya mulut kita harus dibuka selebar-lebarnya dan diobok-obok pake segala macam alat. Belum lagi itu bahan replika rasanya gak enak banget. Gigi dibersihkan, dikorek-korek, ngilu banget rasanya... Ternyata memang gak bisa pasang langsung, gue harus kembali dua hari kemudian.

Hari yang ditunggu pun datang. Yang harus disiapkan (selain duit tentunya) adalah mental. Mulai dari gigi kita yang dibersihakn, dikorek-korek, lalu dikasi cairan untuk sebelum menempelkan timah2 penyangga kawat. Rasanya gak enak banget, asam yang gak nahan deh rasanya. Dan akhirnya pun gue harus membuka mulut selama 1 setengah jam. Sakit dan ngilu memang. kemuadian..., selesai.

Hebatnya, gue pikir selesai juga dong penderitaan gue. Ternyata tidak kawan!! Ngilunya dua hari baru ilang, belum lagi gue gak bisa makan yang keras2, bahkan nasi juga gak bisa karena akan sakit sekali. Jumlah makanan dan bentuk sudah pasti berubah 180derajat. perubahan lain yaitu waktu yang dihabiskan untuk sikat gigi juga lebih lama. Setiap selesai makan harus mengecek bilamana ada makanan yang nyangkut, repot memang.

Anyway, gue bukan hendak complaint kok disini. Gue senang dengan perubahan-perubahan ini. Bahkan gue malah mau mengajak kawan-kawan semua untuk periksa gigi yang rutin. palimng gak 1 tahun sekali lah. Kawat gigi gak melulu karena alasan estetika loh, tapi juga baik untuk kesehatan... :)

miss you all, guys!!
C06498079

Tuesday, January 27, 2009

di suasana 0 derajat


Akhirnya kesampaian juga gw nulis pengalaman selama musim dingin disini *setelah sedikit dipaksa indra nh hehehehe*. Yup, itulah mungkin yg bisa menggambarkan suasana winter di jerman. Suhu di sekitaran 0 derajat, bahkan berminggu minggu di bawah 0 alias minus *huh dingin booo*. Dengan pakaian yang berlapis lapis selalu menutup tubuh tiap hari, bahkan terkadang di rumah pun demikian. Rekor gw pernah pake sampai 4 lapis baju ditambah satu jaket, dan tiga lapis celana. Terlihat berlebihan ya, tapi suer beneran, itu ada sekitar 3 harian, gw merasa dingin banget. Yah gak dinyana, suhu mencapai puncaknya -15 derajat..membeku bo!

Musim dingin pun, identik dengan turunnya salju. Tapi gak seperti kota-kota di selatan jerman, bremen termasuk sangat jarang bersalju. Mungkin karna letaknya agak ke utara ya, dan juga dekat dengan laut. Tapi kalo angin, jangan ditanya deh. Mendingan bersalju deh daripada berangin. Merasuk sampe ke tulang-tulang hihihihi.... Gw hitung baru ada 2 kali yang benar-benar bersalju, dan satu kali salju turun barengan sama ujan dan angin. Tentunya gak asyik banget....

Perubahan waktu pun terjadi. Matahari baru nongol sekitar jam delapanan dan magrib sudah di jam empat-an. Siangnya pendek bangetlah *jadi kebayang puasa pas winter, pasti enak hihihi*. Kadang gw ke kampus masih gelap, dan pulangnya dapatnya gelap lagi, padahal mah jadwalnya tetap sama.. Jadi kadang gw gak liat matahari dalam sehari. Nah, yang ini juga penting. Cek situs ramalan cuaca sebelum bepergian, biar gak salah kostum. Itu kudu wajib dan musti dilakukan. Cuaca sewaktu-waktu bisa berubah banget.

Yang terpenting sih, gw selalu siap sedia glove, syal dan tutup kuping, kemanapun gw pergi. Pernah pengalaman sekali gak kebawa tuh barang, telinga tangan leher serasa menderita banget. Tangan dah gak bisa kerasa hihihi...

Tapi, tetap saja. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga buat gw. Secara ini adalah pertama kalinya dalam suhu seperti ini. Apalagi gw juga baru pertama merasakan namanya salju. Jadi dingin-dingin tetap dijabanin juga * norak mode on*. Satu-satunya mimpi di musim dingin yg belum gw lakukan adalah bikin es doger dari es salju *LOL*

__________________________
Hawis
C06498018
Woltmerhauser Str. 466
28197 Bremen

www.bunghaw.wordpress.com

BARA, Riwayatmu Kini

Jalan Bara di Kampus Dalam IPB merupakan jalan bersejarah buat anak-anak IPB. Dari kos-kosan tempat berteduh, tempat nongkrong (misalnya pagi-pagi di tukang bubur dpn Telkom, Grawida), tempat mencari makan, atau ngerental ngerjain tugas Bioper buat anak2 perikanan (dimana anak2 ITK pasti kabur, shg anak2 MSP lah yang ngerjain terakhir).

Dahulu Bara kumuh, kalau musim hujan air selokannya luber, tumpah ruah ke jalan-jalan berlubang dan terpaksalah mahasiswa IPB jalan hati-hati, angkat celana setinggi mata kaki. Yang lagi apes bolehlah kena ciprat mobil si Mamang angkot jurusan Kampus Dalam – Merdeka (inget ga waktu itu ongkosnya cum Rp 1000 - 1500 dari Merdeka ke Kampus Dalam...)

Sekarang Bara sudah lebih rapi lho. Jalan sudah diaspal dan warung-warung kaki lima sudah ditata lebih rapi (dengar-dengar sejak SBY diwisuda di IPB ini). Selokannya pun sudah ditutup, walau masih ada warung nakal yang membuang sampah seenaknya ke dalam selokan. Ruang-ruang kosong bertanah bertanam singkong ga jelas sudah gak ada, semua sudah jadi kios…

Nah buat ngebayangin Bara jaman sekarang silahkan lihat foto-foto ini. Tebak lokasi pengambilan gambarnya ya… (bisa diketahui di bagian paling bawah tulisan ini)

Salam,
NH – C06498082













Keterangan Gambar:
1. Gedung Telkom, dekat tukung bubur suka mangkal pagi-pagi
2. Grawida supermarket, dimana didepannya ada tukang rujak, bakso and pempek. Juga tempat kumpul anak ITK-menghitung kelompok sebelum diospek.
3. Bara: kalau keluar dari Grawida tengok kanan. Nampak di kejauhan Gedung Al Amin
4. Bara: kalau keluar Grawida tengok kiri. Nampak di kejauhan pertigaan Bara – Bateng (angkot masih suka ngetem di situ bikin macet)
5. Halte Grawida. Nampak di kejauhan Gedung GWW (yang buat nge wisuda kita dulu). Pohon besar di pelataran Grawida sudah tidak ada, ditebang.
6. Pertigaan Bara – Radar. Nampak di kejauhan Bakso Favorit dan Apotek.

Friday, January 9, 2009

LOKER di LSM KELAUTAN (TERANGI) - dari Mikael Prastowo 7 Jan 09

Yayasan TERANGI membutuhkan seorang Science Program Assistant

Yayasan Terumbu Karang Indonesia (TERANGI) adalah lembaga non-profit yang
bergerak di bidang penelitian dan pengembangan kapasitas untuk mendukung
konservasi terumbu karang di Indonesia. Saat ini TERANGI membutuhkan seorang
kandidat untuk mengisi posisi sebagai Science Program Assistant dengan
kualifikasi dan deskripsi tugas sebagai berikut.

Kualifikasi: S1 kelautan, biologi, atau perikanan, diutamakan yang memiliki
pengalaman 1 tahun dalam kegiatan penelitian sumber daya atau konservasi
terumbu karang, mampu mengidentifikasi sebagian besar jenis ikan karang
sampai ke tingkat species, memiliki sertifikat selam minimal A1 atau open
water, memiliki kemampuan berkomunikasi dan menulis yang baik, memiliki
kondisi fisik dan pengalaman yang memadai untuk kegiatan lapangan, dan lebih
disukai jika memiliki kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

Deskripsi umum tugas: bekerja sama dengan Science Program Manager,
melaksanakan kegiatan penelitian di bidang terumbu karang di beberapa tempat
di Indonesia, termasuk mengorganisasi kegiatan, melaksanakan penelitian,
analisa data, penulisan laporan kegiatan, dll, serta melaksanakan
tugas-tugas lain yang menunjang kesuksesan program.

Pelamar yang tertarik dapat mengirimkan lamaran yang dilengkapi CV (termasuk
daftar publikasi), foto terbaru dan scan transkrip, via email ke
coral.science@ terangi.or. id paling lambat tanggal 19 Januari 2009. Hanya
kandidat yang memenuhi kriteria yang akan dipanggil untuk wawancara lebih
lanjut.

Salam,
Estradivari

Song for The Month

Song for The Month
KLA Project coy