SELAMAT DATANG KE BLOGNYA ANAK ITK 35...

Blog ini buat and khusus buat Mariners 35: yang jomblo, yang dah merit, complicated, yang perutnya dah endut kena kolesterol, masih bugar silahkan abang dan mba isi cerita-cerita seru kita semua... Salam ITK !!!

Hayu pada ngisi dunk...

Yang punya cerita+foto, sementara bisa kirim via email : hatasura@yahoo.com (Indra)
madduppa@yahoo.com (Hawis)
suryanw@yahoo.com (Surya)
r_langstrump@yahoo.com (Pitak)

Sunday, October 26, 2008

Nyang mau tambah pinter (arek indit S2 ka luar negeri)

Ingin melanjutkan studi?
Ingin tahu tentang perguruan tinggi di Eropa?
Ingin tahu tentang kesempatan beasiswa dan riset di Eropa?

Kunjungi pameran pendidikan Eropa pertama dan terbesar di Indonesia
European Higher Education Fair 2008

Eropa adalah benua yang harus dipertimbangkan bila anda berpikir untuk melanjutkan studi. Selain bisa mendapatkan pendidikan terbaik dari universitas ternama, kamu juga bisa mendapat pengalaman baru dan unik, belajar berbagai bahasa asing, melihat tempat wisata yang  menarik dan yang tidak kalah pentingnya adalah bertukar budaya dan tradisi negara-negara Eropa.

Di European Higher Education Fair (EHEF) Jakarta 2008, kamu bisa mendapatkan informasi seputar pendidikan tinggi Eropa. EHEF Jakarta adalah Pameran Pendidikan Eropa terbesar dan pertama di Indonesia yang didanai oleh Uni Eropa dan diselenggarakan oleh Campus France, DAAD, Nuffic dan British Council. EHEF bertujuan untuk mempromosikan pendidikan tinggi di Eropa kepada masyarakat Indonesia.

EHEF Jakarta 2008 akan dilaksanakan pada :

Hari/Tanggal : Sabtu - Minggu / 1 - 2 November 2008
Tempat : Kartika Expo Centre, Balai Kartini Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 37, Jakarta 12950
Waktu : 10.00 - 18.00
Tanda Masuk : GRATIS dan Terbuka untuk umum

Dapatkan:

  • Kesempatan berkonsultasi langsung dengan lebih dari 90 perwakilan dari institusi pendidikan tinggi di Eropa
  • Kesempatan mendapatkan informasi mengenai beasiswa dari berbagai negara Eropa dan berbagai macam riset
  • Presentasi mengenai pendidikan tinggi dari perwakilan negara-negara Uni Eropa
  • Presentasi beasiswa Erasmus Mundus dari Komisi Uni Eropa

Daftarkan diri kamu secara online di http://www.ehef-jakarta.org/register/, untuk menghindari antrian masuk ke dalam pameran.

Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi website kami www.ehef-jakarta.org atau email di info@ehef-jakarta.org atau telpon (021) 5290 2172 ext : 231

EHEF 2008 didukung oleh Koran Seputar Indonesia, SWA, HAI, Aneka Yess!, Campus Asia, Kompas.com dan Jobstreet.

Inilah kesempatan untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai pendidikan tinggi Eropa !!!

Nyang mau beli laptop/FD murah

The Most Spectacular Computer Exhibition in Indonesia
In Conjunction with the 1st Indonesia Game Show

About Indocomtech 2008:

Waktu : 12-16 November 2008
Tempat : Jakarta Convention Center
Tema : The World of IT

Supporting events:

  1. APICTA (Asia Pacific ICT Award/ Ajang penghargaan Inovasi dan kreativitas ICT se-asia Pasifik)
  2. Seminar Hecker and Security Day by Info Komputer
  3. Workshop mengenai benchmarking by CHIP
  4. Stage Performance
  5. Many more

Special Events and promotions:

  1. Menangkan grand prizes mobil serta undian hadiah menarik lainnya
  2. Obral harga murah Flash disk dan note book
  3. Dapatkan produk-produk IT terbaik dengan penawaran istimewa
  4. Dapatkan voucher undian dengan pembelian minimal 500.000 rupiah

The 1st Indonesia Game Show
Experience the First, Biggest and Most Exhilarating Game Show in Indonesia

Tempat : Plennary Hall JCC
Featuring : Afgan, Giselle dan Aris Indonesian Idol
Acara : game tournament (wcg, king of the hill, world of warcraft, dance jam sister dance competition and many more)

Saturday, October 25, 2008

Berita Aneh dan Gw Kaga Tau Papa, Tapi Gw muat aja (Judul Dimiripin ma Lampu Merah)

From: Himiteka_ipb@ yahoogroups. com [mailto:Himiteka_ ipb@yahoogroups. com] On Behalf Of arief afief
Sent: Monday, October 20, 2008 10:49 PM
To: Himiteka_ipb@ yahoogroups. com
Subject: Bls: [Himiteka_ipb] ME..NGE..CE. .WA... KAN ...


Untuk para panitia TW 44 and adik2ku sekalian yang kusayang...gw harap kalian cepat belajar dari pengalaman and keadaan...kalian harusnya bersyukur klo senior2 kalian tuh masih sangat peduli kepada kalian, terutama yang jauh2 ya...karena jujur aja klo gw liat senior2 yang sering sekali berinteraksi dengan kalian termasuk gw udah speechless liat tindak-tanduk kalian...jangan sampai hal ini berlangsung terus sampai kalianpun ditinggalkan oleh senior2 kalian...I hope...

Semua orang pernah melakukan kesalahan... tapi yang terpenting bagaimana cara kita menyikapinya dan belajar (satu hal yang perlu kalian ketahui bahwa belajar ini sulit dilakukan oleh orang yang selalu merasa dirinya paling benar...gw harap kalian tidak seperti itu) dari pengalaman agar di kemudian hari tidak sampai terulang kembali...

Satu pesan moril yang ingin sekali gw sampaikan dari pangamatan gw selama ini...gw sangat berharap dari kalian akan muncul sosok2 pemimpin bukan hanya sosok yang dipimpin. Tapi klo kalian merasa cukup dengan keadaan sekarang...It' s OK...It's your life.



----- Pesan Asli ----
Dari: indah tanip
Kepada: Himiteka_ipb@ yahoogroups. com; itk38_groups@ yahoogroups. com
Terkirim: Senin, 20 Oktober, 2008 18:34:26
Topik: [Himiteka_ipb] ME..NGE..CE. .WA... KAN . ..

quotes :

kami selaku panitia TW memohon maaf yang sebesar-besarnya atas
gagalnya acara TW pada hari ini.

kegagalan ini disebabkan karena keputusan secara tiba-tiba dan cepat
yang diambil oleh panitia tepat pada saat acara akan dimulai dan tidak
langsung menginformasikan keputusan ini.

sekali lagi kami memohon maaf yang sebesar-besarnya terutama kepada
abang2 dan mba2 yang telah menyempatkan waktunya untuk datang.

untuk acara hari minggu tanggal 19 Oktober 2008, kami mengharapkan
kehadiran abang2 dan mba2 semua. acara tersebut pasti ada.
seperti yang telah diinformasikan, acara hari minggu tersebut adalah
renang dan evaluasi kegiatan - kegiatan mereka sebelumnya.
bagi yang ingin berangkat bareng ke kolam, kami tunggu kehadirannya di
BNI sampai pukul 06.45.
bagi yang ingin langsung ke kolam silahkan saja. rencana turun kolam
adalah jam 07.00.
tempatnya adalah kolam renang cinangneng.

Komen or KOMPLEN :
Tanpa mengurangi rasa hormat gue terhadap adik2 gue yang dah susah payah bikin acara TW ini..gue mau bilang kalo kalian telah mengecewakan saya...seperti yang sudah saya ungkapkan di acara rapat TW pada malam harinya (ngaret setengah jam dari waktu yng telah kalian tentukan)..kami sudah menyempatkan diri datang jauh2 dari jakarta dengan penampilan yang berantakan hanya untuk melihat kinerja kalian....tapi apa yang kami temukan??hanya secarik kertas di ruangan kerja di lantai 5 yang mengatakan bahwa responsi di pindah ke ruang osum..and ternyata ruang osum pun kosong!!

bisa kalian bayangkan kami naik turun tangga dengan high heels (kecuali ubun dan apip tentunya) karena kami berfikir kami sudah sangat terlambat (jam sudah menunjukkan pukul 5 sore)..ternyata. ..

kemudian yang lebih mengecewakan lagi pada saat rapat TW adalah...seksi acara belum membuat draft ato konsep yang jelas tentang TW...oke..saya tau TW sekarang berbeda dengan TW-TW sebelumnya.. tapi...inti atopun makna dari TW ini harus dijaga...kalian saya tanyakan apa inti dari TW saja tidak ada yang mampu menjawab..semuanya diam seribu bahasa..aneh. .

cobalah..kalian jangan terlalu arogan terhadap senior....kalo gak tau cara melobi dosen ato membuat konsep acara...mbok yah ngobrol gitu ma senior2 yg masih ada di kampus...kalo kalian bertanya dengan benar dan sopan tentu senior2 mau membantu...

look....

kita para senior yang sudah tersebar di seluruh penjuru dunia ini bukan berarti terpisahkan oleh jarak namun tidak tau masalah dan kinerja adik2 kami di kampus...kami punya banyak mata-mata di sana ...jadi tolonglah kalian berkomunikasi yang baik dengan sesama angkatan dan senior2 kalian...

oh ya....

buat epong neh :

masa yah pong..dari skala stressing 1 - 5..adik2mu ini mau pake skala 3 pada acara berenang di tempat umum!!SKALA TIGA POOOOONGGGG. ...for god sake...
bagaimana yah cara mereka untuk mengerti..hhhh. ..susah gue da...

Fajar Indah P.Tanip, S.Pi

Researcher



PT. Pikiran Rakyat Bandung
Divisi Business Development
Jl. Braga No. 5A
Bandung
40111

Telp/Fax : +62 22 4204911

Email : indah_itk38@ yahoo.com

Friday, October 24, 2008

Ngelibur Murah Meriah Nyok...

LIBURAN KE PULAU PRAMUKA (RP 176.000 Only)


Teman-temanz, apa ada yang sedang jenuh, BT di kantor karena rutin pergi pagi pulang sore “Eight to Five”? Ini ada satu alternatif jalan-jalan yang patut dicoba karena murah dan menyenangkan lho...

Awal Perjalanan

Tanggal 3-4 Oktober 08 kemarin, gw cabs ke Pulau Pramuka, wilayah kekuasaannya saudara Mikael Prastowo dan org2 TERANGI (include Cepo). Awalnya se dulu karena dulu diajak untuk ngeliat potensi ekowisata dan marketingnya “ELANG EKOWISATA” provider wisata dan binaannya TERANGI buat penduduk Pramuka. Nah sekarang sehubung keterusan ceplas-ceplos ya sekalian bawa kelompok turis lokal deh…

Perjalanan di mulai dari Pelabuhan Muara Angke. Sehabis naek Bajaj, nyisihin duit 15 rb dan selama 20 menitan, nyampe di Muara Angke dan kapal ojek ke Pramuka dah penuh (maklum


lah, masih deket Lebaran). Nah keberangkatan yang jam 6.45 an ini harus diatur ma teman-teman, so berangkatlah (kalo dari Bogor) dengan kereta pertama (jam 4.20an dari Bogor).

Seperti biasa 7 dari 10 anggota kelompok muntah di kapal (biasalah hiburan!). Mereka
sebelumnya kenalan nanya gw. Nah gw bilang ya kalo gw dari ITK, dan mereka manggut-manggut setuju mahfum dengan mata mereka yang besar (maybe untuk ketidakmuntahan gw; atau maybe manggut-manggut heran
juga ada yang milih jurusan yang ga ada record nya di hardisk mereka masing-masing).

Jam 10 atau 3 jam dari kapal membelah ombak, sampailah di Pulau Pramuka. Bayar kapal ojeknya murah, cuma 30rb aja – dapat proteksi life jacket dari gabus pula, warna orange kaya jaket ITK 35. Sayang ga bisa diambil kaya kita ngambil sendal hotel kalo nginep di hotel.

Tiba di Pulau

Sehubung kita dah booking kontrakannya anak TERANGI disana, mampirlah kita di ELANG EKOWISATA. Bertemu Komeng, sang ketua yang memang dah tau kegiatan kita disana sehubungan komunikasi intensif kelompok (persiapan matang donk coy…).

Nah sebagai info, di Pulau Pramuka banyak resort, pondokan, kontrakan 1 hari yang bisa ditanya via Komeng ini kalau belum tau info. Harga mulai Rp 250.000 / kontrakan, sampai Rp 350.000 / kamar AC. Pokoknya mau gaya backpackers sampai high end bisa lah. Nah sehubung waktu itu musim liburan, penuhlah penginapan-penginapan disana. Untunglah jaringan kita kuat dan luas, dari Sabang (Pading bisa dimanfaatkan) sampai Biak (si Adit 36). Unsur jaringan dalam ilmu bisnis dan marketing memang merupakan unsur signifikan yang menentukan hasil – hehehe…

Kita lalu istirahat sebentar en makan (supermie dan nasgor karena sedihnya warung makan banyak yang tutup), lalu kontak lagi si ELANG LAUT buat rencana snorkling en sewa perahu dan jam 1 dah siaplah kita. SURPRISE banget, ternyata gw ketemu ma satu mata rantai jaringan potensial lagi. Ga nyangka ketemu ma anak SMA Regina Pacis Bogor 98 yang ma tiga temennya
mau snorkling juga. Semuanya cewek lagi dan jujur aja menambah kecerian kelompok kami yang
80% nya cowok begundal.

Ini untuk keterangan peminjaman alat dan perahu : 1 set alat snorkling lengkap (fin, masker, life jacket bila perlu) Rp 30.000 dan sewa perahu 250 rb untuk ½ hari-dari jam 1 pe jam 6 sore. Perahu bisa diisi 15-20 orang-an kira2.

Nah snorklingnya cukup menyenangkan (kurang menyenangkan karena ga bawa nasi padang di kapal). Pertama kita diajak ke lokasi karang lunak (soft coral) – lalu ke ke lokasi karang keras (hard coral). Tipe-tipe karangnya cukup representatif : dari karang otak, branching, masif, lembaran dan lain-lain. Kedalaman rata – rata 3-6 meter.

Kena Bulu Babi

Secara kebetulan, 2 orang dari rombongan cewek ada yang terperosok kena bulu babi (Diadema setosum). Mungkin karena panik waktu snorkling melewati bulu babi dan walhasil malah ngegerakin kaki dan tangan secara vertikal. Sebagai langkah pengobatan, mereka yang kena musibah bagian yang kena diketruk-ketruk pake gagang fin. Lalu abis itu disiram sedikit pake larutan cuka agar racunnya menjadi netral. Temen kita itu merintih-rintih, tapi lebih baik menurut kita-kita daripada meriang di waktu malam.

Nah menurut gw daripada temen2 sekarang kalo jalan ke mall, cobalah berkunjung kesini. Memang lebih jauh daripada mall, tapi habis ngeliat karang, sponge warna-warni pasti waktu pulang ke kantor dapet energi chargeran baru. Kadang bukannya kita tidak bisa, tapi di kepala kita isinya males-malesan saja. Nah kalau sudah gitu temen-temen harus buletin tekad lho. Orang bekerja perlu direcharge secara spirit sekali-kali. Berlibur merupakan hal yang tepat buat merenung mengapa, untuk apa kita bekerja.

Sambil kadang-kadang minum air laut (katanya baik untuk kesehatan) waktu snorkling, kita berlanjut ke Gosong Balik Layar, Ke Gosong Pasir Putih en ke Pulau Semak Daun buat nyantai. Di Pulau Semak Daun waktu sudah agak sore, dan matahari mulai teduh – jadi kita memanfaatkan waktunya untuk main pasir dan foto-foto. Di Semak Daun gw coba praktekan ilmu Mariners; nyari kerang menurut teori “preferensi habitat”. Menurut teori di sekitar garis ± 1 meter dari batas pasang surut kalau pasirnya kita gali, maka kita akan menemukan banyak kerang. Di pantai di Taman Nasional Bali Barat gw diajarin ma sang jagawana dan dalam tempo 30 menit 1 ember kerang terkumpul dengan sukses buat makan malam kita. Nah di Semak Daun ini sambil ngegali-gali kaya anjing gw juga ceramahin temen-temen sebelah gw tentang teori itu. Akhirnya dia terprovokasi juga ma anak ITK dan ikut ngegali. Walhasil dalam waktu 10 menit kita nemuin 4 butir kerang. Secara teori memang terbukti namun secara hasil agak mengecewakan, mungkin karena sampel lokasi kurang tepat.

Pulang pake perahu dah sore, sambil ngehadap ke belakang kita potret-potret sunset dari kapal. Walau tertutup awan, keindahan alam tetap nyata. Toh mendung juga fantastik karena merupakan bagian dari fenomena alam yang diciptakan Tuhan. Udara yang sudah agak dingin bercampur bau asin air laut mengiringi perjalanan pulang kita. Baju basah yang menempel di badan pelan-pelan mengering terkena hembusan angin.

Mancing di Dermaga sambil Liat Bintang

Pulang sore, setelah mandi-mandi kiat istirahat dan jam 7 dah ngumpul lagi, kita ma rombongan cewek tadi. Sebelumnya gw dah cari info (dah diprovokasi ma Mikael Prastowo) dan berhasil mendapatkan bandeng cabut duri yang terkenal itu dari Pulau Pramuka. Walhasil jam 7 kita dah nongkrong di warung, lesehan sambil nunggu orang-orang bakar bandeng. Nahan asap sekitar 45 menit (well, karena rupanya si warung dapet order sejublek karena gada warung laen buka. Satu lagi teori marketing yang baik : ambil kesempatan dimana orang lain tidak bermain – sehingga keuntungan bisa dimaksimalkan).

Bandeng bakar cabut duri benar-benar enak. Disantap dengan rasa gurih, sedikit manis dan asam, dengan sepiring nasi dan sambal kecap – rasanya beda banget ma ikan bakar di tempat lain. Memang makannya sambil ngaprak dan minumnya cuma teh botol (sial banget karena teh botol isinya cuma dikit – lawan cabe sedikit aja dah kalah).

Full with activity, setelah ngobrol dengan temen2 gw dari kelompok cewek – karena mereka pulang pagi esok harinya, kita ngelanjut nongkrong di Dramaga. Maksud hati mancing ikan, tapi stupidnya gada yang bawa umpan. Dah dibilangin tuk beli es dan cumi di Muara Angke tapi gara-gara telat pada gada yang beli umpan, walhasil mancing pake kepelan nasi. Secara logis pikir aja deh : kalo elo ikan waras, lu pilih mana makanan loe : udang nan lezat atawa nasi kepel? Jadi secara jelas sudah ditakdirkan hasilnya, walau olahraga mancing tetap berjalan. Ngelempar, narik, ngulur benang kenur, dan maki-maki sedikit kalo kailnya nyangkut.

Mancing bukan kegiatan utama kita juga. Sehubung tidak ada angin sama sekali, betah juga nongkrong malem-malem sambil liat alam semesta. Kalo elo idup di Bogor atawa Jakarta jelas langit yang clear terang benderang bukan pilihan. Disini langit sangat jelas. Bintang-bintang bersinar terang dan beberapa kali gw liat benda langit yang ngegores langit. Maybe ada batu angkasa yang terbakar dan jadi debu sebelum nyampe ke bumi. Nah sempet juga gw mikirin kehidupan disini. Juga rasanya haus ilmu pengetahuan dari jaman SMA, mahasiswa belum berhenti. Masih banyak yang kita engga tau ttg alam semesta ini dan dalam keadaan seperti ini tampaknya keinginan itu muncul lagi.

Sebagai kompensasi haus bagi-bagi ilmu pengetahuan, gw nerangin ke kiri dan kanan tentang bioluminesence ubur-ubur, kehidupan plankton dan cara menangkap cumi-cumi dengan menggunakan cahaya sebagai atraktor. Sempet juga chatting pake HP malem-malem – nyoba2 sinyal, ngehubungin orang di luar sana yang ternyata belum tidur dengan alasan yang berbeda.

Pulang malem langsung tidur, dan paginya liat penangkaran penyu sisik (Eretmochelys imbricata). Penyu sisik adalah penyu terkecil di dunia yang sisiknya paling bermotif dibanding penyu lain. Penyu sisik adalah karnivora, makan ikan dan udang-udangan dan menurut penelitian gw yang gagal dijalankan di MST, bahwa memerlukan sponge sebagai secondary diet, sebagai makanan alami yang mengandung antibiotika. Disini penyu-penyunya beberapa terserang jamur di bagian mata. Mungkin kalau diberi diet tambahan sponge tertentu maka daya imun si penyu akan lebih baik.

Goin Home...

Lalu pagi itu sehabis liat penyu kita ngelilingin pulau en ngeliatin orang berjubel naek kapal ojek lagi. Sampai 2 kapal, dari yang biasanya 1 kapal aja. Sungguh berkah turis bagi penduduk pulau ini, walau sebaiknya penduduk bisa memiliki sediri cottage-cottage nya, agar omzet kembali kepada pulau. Tapi minimal warung dapet omzet besar liburan ini – walau kalau informasi ekowisatanya lebih jelas, maka si warung bisa menampung turis-turis yang makan supermie aja di penginapannya gara-gara ga tau cari warung di pulau.

Siang diisi bermalas-malasan di bawah pohon cemara dekat pantai, menghindar dari panas siang. Tidur-tidur ayam, tak terasa sudah jam 12 dan harus siap-siap pulang. Sambil membayar Rp 250.000 ke yang bertanggung jawab pada kontrakan TERANGI (selama orang –orang TERANGI berlibur), kita berjalan ke Dramaga. Kita mengusapkan selamat tinggal kepada ELANG EKOWISATA dan setelah kapal ke 4 datang, kita masuk ke kapal ojek (makan antimo dulu kali ini). Bye Pulau Pramuka.

Kalau dihitung-hitung, dari Muara Angke sampai balik lagi Ke Muara Angke, total kita menghabiskan uang Rp 176.000, include : kapal ojek PP, sewa kapal snorkling, peralatan snorkling lengkap, sewa guide, sewa kontrakan, makan lengkap di pulau (plus bandeng bakar), isi aqua galon, dll. Lengkap pokoknya. Ngeliat dari harga dan apa yang didapat, kayanya worthed loh teman-teman kalau pengen mencoba.

Nah buat gw liburan kali ini, ada bahan-bahan refleksi yang bisa diambil untuk diri sendiri dan bahan tambahan untuk nanti berdiskusi dengan ELANG LAUT / TERANGI untuk pengembangan ekowisata berbasis kemasyarakatan di Pramuka. Apa ada yang minat ke Pulau Pramuka lagi nanti? Ayo kita tandatangan petisi donk semoga si Toto berkenan mengundang kita datang kesana :P

Salam,
Indra NH – C06498082
Prudential Life Assurance (with a must live motivation)
RMI - The Indonesian Institute for Forest and Environment (with a non must live motivation)

:P


Untuk Informasi Pulau Pramuka, segera sekarang juga hubungi

ELANG EKOWISATA 021 70317235

KOMENG 08138283883

Penawaran terbatas !!!

Wednesday, October 15, 2008

Profesionalisme, Idealisme, atau Kesempatan?

---Sekedar renungan gw aja---
...Sebuah dilemma yang sempat menimbulkan kecamuk dalam hati gw sebelumnya...
C06498019

...tinggal di stasiun riset modern di pinggir pantai berpasir putih, lengkap dengan internet dan fasilitas ok lainnya, pagi sunrise, siang diving, sore sunset, malam barbeque, gaji bulanan ok punya...

Banyak orang yang bilang lulusan IPB, sebagai salah satu universitas terkenal di Indonesia dengan bidang agraris sebagai ujung tombaknya, akan bersifat flexibel. "Kerja kemanapun jadi!" Hal ini didukung dengan bukti dan fakta yang mana lulusan IPB memang dapat ditemui hampir dalam segala aspek pekerjaan, baik yang bersifat agraris maupun yang non-agraris.

Gw yakin dalam diri seseorang yang baru melaksanakan prosesi wisuda di GWW, dalam benaknya pasti akan banyak terpintas bagaimana dia akan mampu mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya, sesuai dengan topik penelitiannya, atau bahkan setidaknya masih nyambung dengan apa yang telah dipelajari dalam program studi yang telah diselesaikannya.

Ada pula yang memang masih semangat-semangatnya untuk bisa meneruskan studinya ke jenjang yang lebih tinggi. Getol mencari sponsor dan beasiswa. Ada pula yang langsung melanjutkan studinya ke pasca sarjana. Ada pula yang memilih studi lain sebagai bekal dan persiapan dalam menghadapi "real life".

Tak terkecuali, faktor lain yang menuntut seorang individu untuk segera bekerja, tak peduli apakah pekerjaannya berkaitan atau tidak dengan latar belakang studinya. Situasi finansial merupakan salah satu faktor krusial dalam membentuk kondisi ini.

Sebagai fresh graduate, kadang idealisme dalam mencari pekerjaan sangatlah naif. Saat gw lulus dari ITK, gw juga pernah berpikir, alangkah enaknya jika pekerjaan gw nanti ...tinggal di stasiun riset modern di pinggir pantai berpasir putih, lengkap dengan internet dan fasilitas ok lainnya, pagi sunrise, siang diving, sore sunset, malam barbeque, gaji bulanan ok punya...

Dengan berjalannya waktu pula, terdengar kabar dari teman-teman seangkatan gw: lagi freelance, jadi dosen, aktif di LSM, lari ke bisnis, kerja kantoran, usaha sendiri, kerja ma bokap, dll. Kadang terdengar selentingan (walaupun bercanda dan memang tiada lain maksudnya adalah bercanda) yang mengatakan, "wah, lo juga termasuk yang membelot", pembelot dalam konteks ini maksudnya bekerja ke bidang lain dimana ilmu ITK-nya tidak terpakai lagi.

Hmm, realita? Kalau dibilang kelautan lagi naik daun di Indonesia...ya mang bener, tapi…; kalau dibilang kerjaan yang nyambung dengan ITK hanya kerja di LSM atau organisasi yang berwawasan lingkungan dan alam...maybe...; atau setidaknya berperan sebagai staf akademisi sehingga bisa mentransfer ilmu ITKnya kepada orang-orang yang berminat...

Awalnya, gw sendiri termasuk tipe yang merasa kepalang tanggung kalau tidak melanjutkan studi gw ke jenjang yang lebih tinggi. Syukur, gw sangat beruntung sehabis lulus bisa langsung mendapatkan beasiswa untuk pasca sarjana. Polemik justru muncul setelah gw menyelesaikan studi S2 gw dan balik ke Indonesia.

Dengan idealisme yang tinggi, gw mencoba menjajaki setiap lowongan pekerjaan yang berhubungan dengan ilmu yang gw pegang. Sebulan, dua bulan, tiga bulan...1/2 tahun berlalu, menunggu dan terus menunggu...(kata teman gw seh ampe 1/2 taon nunggu panggilan kerja mahh masih wajar-wajar aja!). Penawaran pun ada walaupun bidang pekerjaan yang ditawarkan sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan latar belakang studi gw.

Dalam hati gw berpikir, "alangkah sia-sianya gw jika tidak bisa mengamalkan ilmu yang sudah gw capai." Terlebih, gw sudah disekolahkan untuk memperdalam ilmu kelautan gw. Serasa tak berguna, sudah dibiayai sekolah, tetapi kok ilmunya tidak diamalkan!

Cita-cita ideal gw dulu memang tidak jauh dari dunia akademisi. Gw sangat enjoy pedagogy transfer ilmu kepada siapapun yang membutuhkan. Sayangnya, lowongan untuk itu pun belum tersedia di saat-saat gw menunggu. Bahkan, browsing lowongan hingga ke luar negeri, pun yang dibutuhkan adalah lulusan doctor. Dalam hati gw berkata: yah sabar aja menunggu, toh tiap tahun-nya banyak universitas di Indonesia yang melakukan rekrutmen.

Harus berapa lama lagi menunggu?
Di satu sisi tekanan untuk self-sufficient financially sudah memuncak. Hmm, apa gw harus mengambil tawaran-tawaran yang ada, meskipun bidang yang ditawarkan tidak ada kaitannya dengan spesialisasi gw? Bagaimana dengan perasaan bersalah sudah dibiayai kuliah tapi menyia-nyiakan ilmu yang didapat?

Teringat bincang-bincang terakhir saat perpisahan dengan pembimbing thesis gw. Saat itu beliau sempat bertanya apa yang akan gw lakukan setelah balik ke Indonesia. Gw memberikan jawaban sesuai idealisme gw. Tapi beliau memberikan suatu pesan "Kembangkanlah sayapmu selebar-lebarnya, dan terbang tinggi meraih apa yang kamu inginkan, masih banyak hal lain yang bisa dilakukan di luar sana." ...Ternyata gw juga pernah mendengarkan pesan serupa dari profesor yang membantu membimbing skripsi gw. Walaupun saat itu gw tidak terlalu mengerti atau tidak terlalu menghiraukan maksud dari email yang ditulisnya, karena kita hanya berkomunikasi dalam dunia maya, tidak pernah bertatap muka secara langsung.

Dalam kondisi dilema, gw sempat sharing dengan senior gw yang sedang menyelesaikan program doctoral. Sungguh tak disangka, beliau pun memberikan nasihat yang sama. Bahkan dari ceritanya, benar-benar memberikan inspirasi, semangat, dan arah yang lebih jelas kemana gw harus melangkah. Beliau pun berawal dari lulusan ITK Manado, yang setelah lulus sempat bekerja gono-gini, dari mandor tukang aspal jalan, hingga diterima menjadi dosen, mendapatkan beasiswa S2 di Swedia, dan kembali mendapatkan full scholarship S3 di Australia.

Pesan dari beliau sangat lugas.

"Sikat aja apapun kesempatan yang ada di depan matamu!” Apapun itu (pekerjaan) yang baik buat kamu, kenapa tidak kamu raih? Apalagi kamu bisa belajar hal lain yang sangat menunjang karir masa depan, jadi kamu ngga hanya ngerti masalah ikan di laut mulu, tapi nyambung berbicara dengan topik apapun yang diperbincangkan di jagad semesta ini."

"Toh kalau kamu risau dengan masalah idealisme, kamu masih akan bisa kembali ke idealisme-mu sendiri saat kamu sudah mapan secara finansial. Idealisme-mu bisa kamu wujudkan lagi nanti dengan men-sponsori proyek-proyek kelautan yang ada."

Kata-kata beliau benar-benar membuka mata dan telinga gw. Tak pernah terpikir untuk melihat masalah ini seperti apa yang dilihat dari kaca mata beliau. Pengalaman! Yap, jelas beliau sudah lebih banyak makan garam dalam menjalani hidup.

Secara keilmuan-pun menjadi lulusan master tidak ada bedanya dengan lulusan sarjana. Saat gw dulu kuliah di James Cook, kelas kita juga tidak dibedakan dengan anak-anak S1, dalam artian kita duduk di kelas yang sama dengan anak-anak yang mengambil program S1.

Bedanya? Pola pikir kita yang dituntut untuk lebih kritis dan independen. Maka itu kita diberikan tugas lebih banyak daripada anak-anak S1. Lebih menuntut critical thinking and analisis secara independent. Independent dalam hal managemen waktu, pencarian literatur, hingga mendapatkan kesimpulan dari suatu masalah secara ilmiah.

Alhasil, daya analisis dan pola pikir yang kritis ini akan sangat berguna untuk diterapkan dalam profesi apapun. Itu yang gw rasakan. Dan gw tidak merasa rugi telah mendapatkan pengalaman dan ilmu dari apa yang gw pelajari di negeri benua kangguru tersebut. Ilmu yang ada pada kita tidak akan hilang.

Jadi, kita lihat saja 10 tahun, 20 tahun, atau 50 tahun ke depan bagaimana kontribusi dari para blue soul ITKers.

You and I should be...men with blue soul... (Soldier of Fisheries, by Nazdan 29)

-SW-

Tuesday, October 14, 2008

10 Tahun Yang Lalu (by Pitak)

10 Tahun Yang Lalu


(Sebenernya ini pernah ditulis ama Dita Lidi tiga tahun yg lalu, tapi berhubung gw lg ga ada ide so gw revisilah tulisannya, sungguh amat sangat tidak kreatif, hehehe….)


Diteriknya panas 10 tahun yang lalu, kita dikumpulin di P21

Muka-muka baru dengan nama-nama yang susah dihapal

Hei guys, I know you’re as surprised as I am

Dan lihat, ada gw disana J


Masih ingatkah, ketika setiap malam kita berlatih yel-yel di basecamp untuk MPJ

Dan saban jumat malam kumpul di plaza rektorat hanya untuk membayar hutang push up


Masih ingatkah, ketika kita dikasih salam sayang di setiap pos beneran dan pos bayangan dan dengan polosnya kita minta tambah

Sedangkan arif bigsaw ga ikut jalan, malah enak-enakan di suapin para senior

Dan kita pun tewas kecapaian di pinggir pantai, di bawah bintang-bintang, ditemani api unggun sambil bakar udang dan ikan sampai fajar menyapa


Ingatkah, ketika kita ga mandi 2 hari

Nanang dengan cueknya manjat pohon kelapa

Budi dan Toing yang jadi budek sementara

Hayul yg terbang di pematang sawah

Ponot yang laporan sama pohon

Senam pagi di hangatnya pagi

Berdandan dan bergaya konyol di malam kesenian


Ingatkah, ketika di pagi terakhir setelah pelantikan kita berlari mengejar senior, berguling dan tertawa lepas

Dan kitapun nyemplung ke laut tanpa firasat apapun

For the sea our home, for the sea is our bestfriend?


Ingatkah, ketika kita menangis ketika tahu laut telah mengambil teman kita

Dearest Akbar, yang bisa ngeshoot 3 points dari jarak manapun

Dan kita pun mengantar kepergiannya di Soekarno Hatta dalam alunan Soldier Of Fisheries


Dan masih ingatkah, smua terjadi hari ini, 10 tahun yang lalu ?


I do,and I still cry a little, tapi itu tidak membuatku benci pada laut dan aku akan selalu mencintai laut walau pekerjaan gw tidak pernah berhubungan dengan laut lagi.

I miss you guys, school is not fun as ITK was. Never as fun as when all of u were by my side.


Ria Pitaloka

C06498063

Di Dolpin, Dijewer dan Dipukuli Kepalanya Berkali2 (Dikutip dari Lampu Merah)

Halo fren, ada cerita neh dari temen kita anak 41. Hehehe -gw lagi searching di internet en ada cerita ginian, so bolehlah gw pasang supaya sedikit ada suasana baru. Dulu emang suka gelut2 an en mengintimidasi yah? Setau gw dulu yang suka mengintimidasi itu Aden Kokom (dgn nyanyiannya - skrg jadi PNS teladan di Krawang, sekaligus dosen ikan2n), Henry Valastra(lama kalo nyonteknya pe yg laen pada stres nunggu bagian - skrg jadi PNS juga menurut kabar burung di Tasik). Bener ga seh (mengesampingkan kasus2 laen ma anak Fahutan)? Hehehe - anyway butway selamat membaca...
Diambil dari :

http://hermansaksono.com/2008/06/jawaban-pengeroyokan-di-ipb.html

Cuma gw copy paste doank, tuk komentar baca aja tu situs.


June 30th, 2008

Jawaban Pengeroyokan di IPB

Acta Withamana dari ITK IPB hari Minggu kemarin mengirimkan komentar perihal tulisan saya yang berjudul Luthfi Dikeroyok Karena Blog. Komentar ini sekaligus menjadi klarifikasi dari pihak mahasiswa ITK.

•••

Assalamualaikum Wr.Wb
Saya Acta Withamana ITK 41…
Cukup sensitif ya pembicaraan kali ini, akan saya coba jelaskan. Karena saya adalah termasuk orang yang berada di “TKP”.

Kronologis yg saya ketahui…
Saya ketika itu sedang makan di Dolphin, kantin FPIK, dan ngeliat anak2 ITK kumpul..dan rupanya mereka sedang membicarakan masalah blog… Saya juga termasuk yang berbicara di forum tersebut.

Buat mas Herman sang TS yang saya ingin bertanya darimana anda mendapatkan cerita ini? Karena ada hal yang tidak benar dalam tulisan ini.

Pertama :
“Dari penjelasan Luthfi, satu per satu mahasiswa lain bergabung hingga ada kurang lebih 15 orang, dan ikut membentak-bentak. Mereka menjewer-jewer dan memukuli kepala sebanyak 3 kali.”

Sebenarnya pihak HIMITEKA sendiri telah mengusulkan untuk bertemu di sekret HIMITEKA yang suasananya lebih kondusif. Entah kenapa Lutfi memilih untuk bertemu di kantin FPIK. Sehingga banyak pihak yang sekedar lewat, menjadi terpancing ke dalam forum. Lalu untuk masalah dibentak-bentak memang benar adanya, toh tulisan lutfi pun memancing emosi banyak pihak. Pukul meja pun terjadi beberapa kali (termasuk saya melakukannya). Tapi DIPUKULI dan DIJEWER?? Saya tidak melihat kejadian tersebut..Bisa anda tanyakan saksi2 penjaga kantin yang ada di kantin tersebut. Kita sebagai anak ITK memilih menyelesaikan secara diplomatis..sehingga menuntut lutfi untuk memberikan solusi yang bisa menyelesaikan masalah, dan toh kita terima solusi tersebut. Karena hal ini sekali lagi menyangkut nama baik ITK, mohon klarifikasi kejadian tersebut.

Kedua :
“Saat situasi dirasa terlalu memanas, Luthfi diajak ke sekretariat himpunan mahasiswa bersama 3 mahasiswa lain untuk merundingkan penyelesaian masalah. Di sana, dia diminta untuk menuliskan solusi, dan mereka boleh menerima dan menolak. Setelah itu dia diperkenankan pulang dan mereka berjanji akan menghubungi. Hingga saat ini Luthfi belum dihubungi.”

Lutfi memang dibawa ke sekretariat Himpro THP (saya lupa euy singkatannya). Karena kita ingin menyelesaikan secara diplomatis, dan Lutfi pun dalam blognya mengatasnamakan “ITK” sebagai lembaga yang dia kritik. Oleh karena itu kita memilih menyelesaikan secara kelembagaan. Lutfi pun pulang dan berjanji untuk merealisasikan solusi tersebut esoknya. Karena solusi tersebut telah dilaksanakan, jelas kita tidak perlu menghubunginya lagi. Buat apa?? Toh masalahnya sudah beres

Sekali lagi, kita debat secara terbuka, Lutfi pun bebas mengungkapkan pendapatnya. Aksi bentak-membentak buat saya suatu hal yang wajar ketika yang disulut adalah emosi KELEMBAGAAN ITK. Tapi kita tidak anarkis, mas. Bahkan kita sempat nanya untuk solusi kepada Lutfi, “Kamu maunya apa??” karena berkali2 jawaban dia selalu “nyeleneh” dia menjawab “Mau Pulang…” heh??…sebenarnya letak MAU menyelesaikan masalahnya dimana??. Apa kita Intimidatif? Awalnya kita menawarkan untuk berdiskusi di Sektret HIMITEKA loh..tapi Lutfi sendiri yang memilih di kantin. Isi kepala setiap orang tidak sama, begitu pula emosinya. Jadi tidaklah layak dikatakan bila “ITK” intimidatif.

Mas, Blog salah satunya adalah membangun public opinion. Blog ini juga termasuk salah satu yang sensitif karena permasalahan kita adalah (sekali lagi) nama baik ITK yang tercemar. Masalah yang sudah selesai bisa tersulut lagi. Jadi tolong mas Herman bisa mengklarifikasi ke narasumber dan saksi. Apabila tidak bisa mengklarifikasi, tolong HAPUS blog ini. Kalau ingin bertemu saya dan ingin mengklarifikasi kejadian ini, saya akan layani tanpa INTIMIDASI. Saya Tunggu RESPON dari mas Herman.

Wassalam

•••

Menjawab pertanyaan Acta darimana saya memperoleh informasi untuk tulisan saya, sumber tulisan tersebut adalah hasil wawancara dengan Luthfi.

Song for The Month

Song for The Month
KLA Project coy